KUTIM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutai Timur (Kutim) tak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga berperan aktif dalam mengatasi berbagai ancaman keselamatan masyarakat.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Damkar Kutim, Kasmir, laporan yang masuk ke pihaknya sangat beragam dan hampir setiap hari diterima.
Damkar Kutim memastikan kesiagaan selama 24 jam untuk merespons berbagai situasi darurat yang membahayakan warga.
“Kami tidak hanya menerima laporan kebakaran, tetapi juga laporan lain yang berkaitan dengan penyelamatan. Hampir setiap hari ada laporan dari masyarakat mengenai masalah keselamatan,” ujar Kasmir, Selasa (26/11/2024).
Jenis Laporan yang Sering Diterima
Beberapa jenis laporan yang kerap ditangani oleh Damkar Kutim meliputi:
1. Keberadaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa
Laporan terkait ular menjadi salah satu yang paling sering diterima. Penanganan khusus diperlukan untuk jenis berbisa, seperti kobra, karena risiko bahayanya yang tinggi.
2. Ancaman Tawon
Tawon sering menjadi ancaman serius, terutama bagi warga yang beraktivitas di siang hari. Evakuasi tawon biasanya dilakukan pada malam hari guna menghindari sengatan berbahaya.
3. Pohon Kering Rawan Tumbang
Pohon kering yang berisiko tumbang menjadi perhatian serius, terutama di area yang ramai dilewati warga.
4. Buaya di Permukiman
Kehadiran buaya di sekitar permukiman warga juga sering dilaporkan. Penanganan ini memerlukan kewaspadaan tinggi karena potensi ancamannya terhadap keselamatan masyarakat.
Dalam menjalankan tugasnya, Damkar Kutim selalu mengutamakan keselamatan warga dan petugas.
Tim penyelamat telah dilatih untuk menangani berbagai situasi darurat dengan cepat dan efisien.
“Dalam setiap kasus penyelamatan, kami selalu memastikan keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas. Tim kami siap menghadapi berbagai situasi, baik kebakaran maupun ancaman lainnya,” tegas Kasmir.
Dengan semakin banyaknya laporan terkait ancaman seperti ular, tawon, dan pohon tumbang, Damkar Kutim terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi dengan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan ancaman yang membahayakan keselamatan,” pungkas Kasmir. (adv/ab)





