Pemkab Kutim: Festival Habsyi Qasidah Upaya Pelestarian Seni Budaya Islam

Asisten III Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Poniso Suryo Renggono.

Kutim – Penyelenggaraan Festival Habsyi Qasidah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim).

Diketahui, festival ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur.

Bacaan Lainnya

Acara itu bertujuan memperkuat pemahaman serta pelestarian seni budaya Islam di kalangan masyarakat.

Asisten III Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Poniso Suryo Renggono, yang hadir mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim, Agus Heri Kesuma.

Dia mengatakan, festival ini merupakan langkah Pemkab Kutim melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mengenalkan dan membudayakan seni Islam di berbagai lapisan masyarakat.

“Festival ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga langkah untuk meningkatkan kebersamaan dan melestarikan budaya Islam yang kaya dan beragam,” ujar Poniso, di Town Hall Swarga Bara, Jalan Dr. Sutomo, pada Jumat (1/11/2024).

Poniso menambahkan, Festival Habsyi Qasidah menghadirkan berbagai kompetisi seni yang diikuti oleh beragam kelompok.

“Lomba ini diikuti oleh 15 regu Habsyi, 11 grup Qasidah, 6 kelompok Nasyid, lomba Fashion Show Busana Muslim dengan 27 peserta, serta lomba Adzan yang diikuti oleh 27 siswa,” sebutnya.

Festival ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah di Kutai Timur.

Poniso juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan festival ini sebagai wadah menyalurkan bakat dan memperkenalkan seni budaya Islam kepada masyarakat luas.

Ke depannya, Pemkab Kutim berencana menyelenggarakan festival serupa dengan skala yang lebih besar.

“Festival berikutnya akan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai kalangan, baik pelajar maupun masyarakat umum,” imbuhnya.

Dengan harapan, kegiatan ini dapat membuat seni budaya Islam di Kutai Timur semakin tumbuh dan dikenal luas.

“Semoga melalui kegiatan ini, seni budaya Islam di Kutai Timur semakin berkembang dan dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat,” pungkas Poniso. (Adv/ab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *