KUTIM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya untuk mengatasi permasalahan sampah yang terjadi di masyarakat. Mereka juga membuka peluang kerjasama dengan pihak swasta dalam hal mengatasi sampah.
Kepala DLH Kutim, Armin Nazar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sugiyo mengungkapkan komitmen DLH dalam atasi masalah sampah di Kutim. Dia mengatakan pihaknya telah bekerja secara maksimal dalam mengatasi permasalahan sampah, namun masalah itu bergantung pada mindset atau pola pikir masyarakat.
Untuk itu, dirinya meminta masyarakat agar tak sembarangan membuang sampah. Dirinya juga mengaku telah bekerjasama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) menghadirkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Kita punya TPST yang dibangun oleh KPC, itu pun juga belum efektif sekali. Walaupun kita sudah berupaya. Karena semuanya tergantung dari mindset kita,” ucapnya beberapa waktu lalu.
“Kita sudah memberikan motivasi, memberikan semangat kepada teman-teman, tapi ya itulah kondisinya. Namun alhamdulillah dari sumber sampai akhir, untuk tahun ini yang dari sumber dan di kotanya kelihatan bagus,” sambungnya.
Meskipun begitu, permasalahan sampah belum selesai sepenuhnya. Bahkan, TPA yang dibuat bersama KOC sudah penuh. Untuk itu, DLH kembali bakal kerja sama dengan PT KPC untuk membuat TPA baru.
“Cuman kelemahannya sekali lagi di TPA, kondisinya sudah penuh dan kita berinovasi lagi untuk membuat TPA baru bekerja sama dengan KPC,” tutur Sugiyo.
“Ini masih dalam proses, legalitas lahannya dulu, tata ruangnya, kemudian nanti kita bicarakan kembali dengan KPC, dengan pimpinan kita, siapa berbuat apa dan kapan, akan kita perjelas kembali,” tambahnya.
Dia pun lebih jauh mengungkapkan penilaian Adipura untuk Kutim informasinya masih kekurangan TPA yang optimal.
“Nahh termasuk hasil penilaian Adipura di tahun 2023 bahwa kita sebenarnya selain TPA sudah cukup lumayan,” tuturnya.
“Jadi tinggal TPA-nya aja, karena dari sisi lindinya belum terkelola, open dumping, sumur pantaunya nggak bisa dipantau, itu akhirnya jatuh di TPA-nya. Kalau yang lain-lainnya sudah cukup bagus,” tandasnya. (adv)





