KUTIM – Festival Sekerat Nusantara (FSN) III resmi ditutup Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, Sabtu (20/7/2024). Festival ini sendiri berlangsung selama satu Minggu.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispora), Dinas Pariwisata (Dispar) serta Pemerintah Desa Sekarat.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah mengatakan FSN merupakan sarana untuk promosi wisata yang dan momen untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal di Desa Sekarat.
“Kegiatan ini dilaksanakan sepekan yang diisi dengan beberapa agenda yang sudah dilaksanakan diantaranya pagelaran tari tradisional, pentas musik, bazaar, lomba memancing, lomba permainan tradisional dan lain-lain,” ungkapnya.
Dia optimistis dengan kegiatan tersebut dapat berdampak positif. Selain sebagai sarana promosi wisata yang ada juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Sekerat.
Nurullah mengusulkan FSN ini bisa masuk dalam kalender Kharisma Nasional garapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2025 guna mempromosikan wisata kemaritiman, budaya dan ekowisata.
Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika menyebut, dengan adanya FSN menjadi ajang silaturahmi dan menumbuhkan perekonomian UMKM yang ada di Kutim. Selain itu memperkenalkan Desa Sekerat yang mempunyai destinasi luar biasa. Selain itu, untuk mempertahankan kelestarian adat dan budaya masyarakat lokal.
“Desa Sekerat mempunyai destinasi wisata berupa Pantai Sekerat, dengan hamparan kurang lebih 5 Kilometer, ini terbentang mulai dari Muara Sungai Mampang sampai Batu Pondong,” jelas Sunan.
Disamping itu, di Desa Sekerat juga terdapat Wisata Bahari, Snorkling, areal persawahan, Gunung Paralayang, wisata Mangrove dan wisata religi (kuburan habib yang ada di Sekurau Bawah).
“Segera geografis Desa Sekerat mempunyai 5 dusun dan 16 RT. Memiliki luas wilayah kurang lebih 26.960 Hektare. Banyak potensi yang ada di Desa Sekerat, diharapkan bisa dikembangkan lebih baik lagi dengan dukungan pemerintah maupun stakeholder yang ada,” pungkasnya. (adv)





