KUTIM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya untuk meningkatkan pariwisata budaya Kutim. Untuk itu, mereka gencar melakukan pelatihan tari tradisional.
Hal ini diungkapkan kepala Dispar Kutim, Nurullah. Dia mengatakan pelatihan tari tradisional bertujuan mengangkat dan melestarikan kebudayaan Kutim.
Nurullah menjelaskan pihaknya memang menjadikan gelaran ini sebagai program rutin. Selain melestarikan, juga sebagai tarian yang akan ditampilkan saat dikunjungi tamu.
“Tari tradisional khas Kutim seperti tari Jepen dan Pedalaman ini sengaja kami berikan pelatihan untuk melestarikan tarian tradisional itu, serta memperkenalkannya kepada anak-anak muda Kutim,” ucap Nurullah beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, walaupun kebudayaan luar banyak masuk ke Kutim, akan tetapi masih banyak anak-anak muda Kutim yang peduli dengan kebudayaan lokal. Untuk itu, pihaknya melaksanakan pelatihan tari Jepen dan Pedalaman kepada masyarakat.
Selain untuk pelestarian, pelatihan ini juga kata Kadis memiliki tujuan agar m ada kesiapan para penari untuk menunjukkan bakatnya saat tamu dari luar daerah berkunjung ke Kutim.
“Kita sering kedatangan tamu dari luar, untuk menyambut mereka kami tampilkan tari khas Kutai Timur, seperti tari Jepen dan Pedalaman ini,” ungkap Kadis.
Bukan hanya itu, selain digunakan sebagai upaya menyambut tamu penting luar daerah, Nurullah juga mengaku dua tari tersebut acapkali dipertunjukkan saat menyambut wisatawan.
Hal itu kata Nurullah, juga untuk memperkenalkan tarian khas daerah kepada para wisatawan baik mereka yang datang dari wilayah lain di Indonesia atau wisatawan mancanegara.
“Para wisatawan juga sering cari, apa sih kebudayaan dari sini. Makanya, ditampilkan tari Jepen dan Pedalaman untuk menghibur mereka,” ucapnya.
“Selain itu juga untuk memperkenalkan tarian khas Kutai Timur kepada para wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambahnya.
Dia berharap, Kutim yang kaya akan budaya dan kearifan lokalnya bisa menjadi penunjang berdatangannya pengunjung ke wilayah dengan sebutan “Magic Land” itu. Dengan begitu, selain meningkatkan pariwisata Juga membantu melestarikan kebudayaan Kutim. (adv)





